kirim ke teman | versi cetak | komentar | Sabtu, 21 Nopember 2009 - oleh : Wahyu |
SETENGAH HATI……
Ketika mushaf al-qur'an kita buka disurah al-Baqoroh, diawal surat telah terpampang tiga karakteristik golongan manusia. Karakter yang diungkapkan Allah dalam al-qur'an tersebut dapat kita jadikan sebagai penilaian terhadap keimanan kita. Golongan pertama, merupakan kelompok manusia yang mempunyai keyakinan penuh terhadap yang ghoib (rukun iman), selalu menegakkan shalat, berinfaq, yakin akan kitab-kitab yang telah diturunkan oleh Allah SWT dan beriman akan datangnya hari akhir. Manusia yang masuk dalam kelompok ini dinamakan manusia yang bertaqwa (yaitu manusia yang akan selalu mendapat petunjuk dan keberuntungan.
Pada kelompok kedua, manusia yang hatinya, pendengaran dan matanya telah ditutup oleh Allah, dimana mereka adalah orang yang tidak ada potensi berubah baik diberi peringatan maupun tidak diberi peringatan sama saja tidak mengetahui. Memang kelompok ini jelas-jelas menyatakan dirinya kafir, dengan menutup rapat-rapat terhadap hidayah.
Kelompok ketiga ini menjadi persoalan dalam intern umat, dimana manusia yang berkarakter ganda, bahkan dibilang mereka setengah hati. Dalam artian, keyakinan mereka "mudzab-zdabiina" mereka ragu-ragu antara kufur dan iman, tidak kafir penuh dan juga tidak mukmin penuh. Umat Islam yang dihinggapi penyakit ini sangatlah banyak, ibarat firus yang menyerag sebagian besar umat Islam. Yang menjadi keprihatinan kita adalah penyakit ini banyak kita temui dikalangan generasi remaja kita yang nota bene sebagai penerus perjuangan dakwah Islam.
Karakter setengah hati dalam kepribadian genarasi muda dapat dilihat dari cirri-ciri seperti dalam al-qur'an An-Nisa 142
142. Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka[364]. dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. mereka bermaksud riya[365] (dengan shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali[366]. [0]
[364] Maksudnya: Alah membiarkan mereka dalam pengakuan beriman, sebab itu mereka dilayani sebagai melayani Para mukmin. dalam pada itu Allah telah menyediakan neraka buat mereka sebagai pembalasan tipuan mereka itu.
[365] Riya Ialah: melakukan sesuatu amal tidak untuk keridhaan Allah tetapi untuk mencari pujian atau popularitas di masyarakat.
[366] Maksudnya: mereka sembahyang hanyalah sekali-sekali saja, Yaitu bila mereka berada di hadapan orang.
[367] Disesatkan Allah berarti: bahwa orang itu sesat berhubung keingkarannya dan tidak mau memahami petunjuk-petunjuk Allah. dalam ayat ini, karena mereka itu ingkar dan tidak mau memahami apa sebabnya Allah menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan, Maka mereka itu menjadi sesat.
Begitu banyak manusia yang beragama tetapi setengah hati, beriman dengan sungguh-sungguh gak mau, dikatakan kafir juga tidak. Tetapi mereka dengan santainya tanpa dosa meninggalkan shalat yang menjadi kwajibannya. Mereka malas menegakkan shalat, bahkan seolah menjadi beban berat yang menjadi tanggungannya.
Banyak nash baik dalam al-qur'an maupun hadits yang mencela terhadap orang yang melalaikan maupun meninggalkan shalat. Yang sangat keras untuk kita simak adalah hadits yang menyatakan " perbedaan antara orang Islam dengan orang kafir adalah shalat'. Dalam artian bahwa ciri utama orang Islam adalah menjalankan shalat, sebagai kewajiban bahkan sebagai tiang penegak agama.
kirim ke teman
versi cetak
komentar