Suramadu Bridge

kirim ke teman | versi cetak | komentar Rabu, 20 Januari 2010 - oleh : dwyx

 

     Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu)  merupakan Jembatan sepanjang 5,4 kilometer  yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 4,5 triliun. Ide membangun jembatan Suramadu adalah  Prof.Dr. Sedyatmo (almarhum), dimana pada tahun 1960 mengusulkan pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kemudian ditindaklanjuti pada tahun 1965 dibuat uji coba desain jembatan Sumatera-Jawa (Jembatan Selat Sunda) yang dibuat di ITB Bandung.


     Pada bulan Juni 1986, Presiden Soeharto menunjuk Menteri Negara Riset dan Teknologi/Kepala Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) BJ Habibie. Proyek ini diberi nama Tri Nusa Bima Sakti. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto ide pembangunan jembatan Suramadu masih sebatas gagasan di tingkat kajian teknis, sosiologis, dan cultural, belum ada langkah aksi bersifat teknis dan operasional untuk membangun jembatan Suramadu.


     Baru pada bulan Agustus 2003, Presiden Megawati Soekarnoputri mencanangkan pembangunan jembatan ini. Dan di era pemerintahan BJ Habibie dan Gus Dur ide pembangunan jembatan Suramadu terus mendapat perhatian, tetapi belum terealisasi, karena pendeknya masa pemerintahannya.


     Mobilitas manusia dan barang yang melintas jembatan itu diperkirakan mencapai 8.000-9.000 sepeda motor per hari dan sekitar 4.000 kendaraan roda empat per hari. keberadaan jembatan ini bakal meredupkan aktivitas kapal feri penyeberangan Ujung Surabaya-Kamal Madura. Sebelumnya, jalur ini dilayani 18 kapal feri, sekarang hanya ada 8 kapal feri yang beroperasi pasca pengoperasian Suramadu.


     Keberadaan jembatan Suramadu diharapkan lambat laun akan mengubah isolasi Pulau Madura yang selama ini mempunyai kultur keras. Dengan akulturasi budaya itu, Pulau Madura lebih cepat berkembang seiring dengan perkembangan ekonomi yang terjadi di Surabaya pada khususnya dan Pulau Jawa pada umumnya. Adanya jembatan Suramadu diharapkan bisa membangkitkan perekonomian dan pembangunan di Madura dan Jatim pada umumnya.

Konstruksi Utama Jembatan Suramadu
Konstruksinya terdiri dari pondasi bored pile 2,4 meter dengan panjang sekitar 80 meter, 2 Pylon kembar dengan ketinggian 140 meter dan lantai komposit double plane yang ditopang oleh cable stayed dengan bentang 192 m + 434 m + 192 m. Ketinggian vertical bebas untuk navigasi bentang utama adalah 35 meter.


Pembagian Lajur Jalan
Lebar Jembatan = 2 x 15.0 m
Lajur kendaraan = 2 x 2 x 3.50 m
Lajur lambat (darurat) = 2 x 2.75 m
Kelandaian maksimum = 3%
Lajur kendaraan
Kendaraan roda 4 terdiri dari 4 lajur cepat dan 2 lajur darurat.  Kendaraan roda 2 terdiri dari 2 lajur

Detail Pylon
Konstruksi Pylon bentang utama setinggi 146 meter, dengan menggunakan borepile berdiameter 2,4 meter dengan kedalaman 71 meter, Ketinggian vertikal bebas (untuk navigasi) bentang utama adalah 35 meter dari permukaan laut.

 

Disunting dan diedit oleh: Dwi Kurniatun, S.Pd (dwy'x)

dari sumber

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2009/06/09/30308/Suramadu..Jembatan.Lima.Presiden


http://zulfikri.wordpress.com/2009/06/13/konstruksi-jembatan-utama-suramadu/